Home > demokrasi, indonesia, negara dan pemerintahan > about DR.Yusuf Al-Qardhawi

about DR.Yusuf Al-Qardhawi

Dr. Yusuf al-Qaradhawi  berpendapat bahwa demokrasi merupakan alternatif terbaik untuk diktatorisme dan pemerintahan tirani.beliau juga  mengatakan: “Sesungguhnya sisi liberalisme demokrasi yang paling baik menurut saya adalah sisi politiknya, yang tercermin dalam penegakan kehidupan perwakilan, di dalamnya rakyat dapat memilih wakil-wakil mereka yang akan memerankan kekuasaan legislatif di parlemen, dan di dalam satu majelis atau dua majelis.     Pemilihan ini hanya bisa ditempuh melalui pemilihan umum yang bebas dan umum, dan yang berhak menerima adalah yang mendapat suara paling banyak dari para calon yang berafiliasi ke partai politik atau non-partai.

“Kekuasaan yang terpilih” inilah yang akan memiliki otoritas legislatif untuk rakyat, sebagaimana ia juga mempunyai kekuasaan untuk mengawasi kekuasaan eksekutif atau “pemerintah”, menilai, mengkritik, atau menjatuhkan mosi tidak percaya, sehingga dengan demikian, kekuasaan eksekutif tidak lagi layak untuk dipertahankan.            Dengan kekuasaan yang terpilih, maka semua urusan rakyat berada di tangannya, dan dengan demikian, rakyat menjadi sumber kekuasaan. Bentuk ini secara teoritis cukup baik dan dapat diterima, menurut kaca mata Islam secara garis besar, jika dapat diterapkan secara benar dan tepat, serta dapat dihindari berbagai keburukan dan hal-hal negatif yang terdapat padanya.    Saya katakan “secara garis besar”, karena pemikiran Islam memiliki beberapa kewaspadaan terhadap beberapa bagian tertentu dari bentuk di atas.

Komentar saya,

Dr.Yusuf Al-Qadhawi mengatakan, bahwa dengan kekuasaan yang terpilih, maka semua urusan berada di tangan rakyat. Dan dengan demikian, rakyat menjadi sumber kekuasaan. Dan inilah menurut saya inti dari baiknya demokrasi. Karena dengan demokrasi, apa-apa yang dijanjikan oleh Allah swt akan memungkinkan untuk terwujud. Seandainya kita sebagai penduduk negeri mau.

Coba kita perhatikan firman Allah swt di bawah ini,

“jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS.AL-A’raf:96)

Rakyat ataupun penduduk sebuah negara memegang peranan penting dalam menentukan masa depan mereka sendiri. Dan perhatikan juga yang ini,

“ dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami selama mereka sabar (dalam menegakan kebenaran). Mereka meyakini ayat-ayat kami.” (As-Sajdah :24)

Sama seperti ayat yang di atas, pemimpin yang baik juga merupakan salah satu janji_Nya Allah swt, seandainya penduduk negeri mempercayainya. Dan itu kembali akan sangat bergantung kepada rakyat dan penduduk negeri itu sendiri.

Dan seandainya kita perhatikan dan kita tela’ah, kesemuanya itu sudah terakomodir dalam yang namanya demokrasi. Oleh karena itulah maka DR.Yusuf Al-Qordhawi mengatakan bahwa demokrasi merupakan alternatif terbaik untuk diktatorisme dan pemerintahan tirani. Dan beliau juga mengatakan, “Sesungguhnya sisi liberalisme demokrasi yang paling baik menurut saya adalah sisi politiknya, yang tercermin dalam penegakan kehidupan perwakilan, di dalamnya rakyat dapat memilih wakil-wakil mereka yang akan memerankan kekuasaan legislatif di parlemen, dan di dalam satu majelis atau dua majelis.           Pemilihan ini hanya bisa ditempuh melalui pemilihan umum yang bebas dan umum, dan yang berhak menerima adalah yang mendapat suara paling banyak dari para calon yang berafiliasi ke partai politik atau non-partai.

Oleh karena dari sekian banyak kelemahan yang ada dalam demokrasi, namun saya kira, demokrasi masih tetep menjadi pilihan terbaik. Dalam demokrasi sangat terbuka pintu lebar untuk tegaknya syari’at islam. Seandainya kita sebagai warga negara menginginkannya. Namun demikian, kita juga musti ingat, bahwa dengan demokrasi juga, terbuka pintu lebar untuk tegaknya hukum-hukum yang lain. Bahkan yang sagat bertolak belakang dengan islam sekalipun. Karena memang kesemuanya itu, akan sangat bergantung kepada yang namanya penduduk sebuah negara.

Selain itu beliau juga mengatakan, “Kekuasaan yang terpilih” inilah yang akan memiliki otoritas legislatif untuk rakyat, sebagaimana ia juga mempunyai kekuasaan untuk mengawasi kekuasaan eksekutif atau “pemerintah”, menilai, mengkritik, atau menjatuhkan mosi tidak percaya, sehingga dengan demikian, kekuasaan eksekutif tidak lagi layak untuk dipertahankan.     Dengan kekuasaan yang terpilih, maka semua urusan rakyat berada di tangannya, dan dengan demikian, rakyat menjadi sumber kekuasaan.            Bentuk ini secara teoritis cukup baik dan dapat diterima, menurut kaca mata Islam secara garis besar, jika dapat diterapkan secara benar dan tepat, serta dapat dihindari berbagai keburukan dan hal-hal negatif yang terdapat padanya.       Saya katakan “secara garis besar”, karena pemikiran Islam memiliki beberapa kewaspadaan terhadap beberapa bagian tertentu dari bentuk di atas.

Komentar saya,

Kekuasaan terpilihlah yang memiliki otoritas legislatif untuk rakyat. Dan ini berarti, kesemuanya itu akan bergantung kepada rakyat negara itu. Seandainya kita sebagai penduduk negeri menginginkan negara yang berasaskan islam, maka itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Baca juga orang bodoh berlogika di belakang!!!

Kenapa saya bisa berkata demikian……?

Karena memang pada sistim demokrasi kita lah sebagai penduduk negara yang menentukan. Kita bisa mendelegasikan kepemimpinan kepada yang kita sukai. Apakah dia itu orang-orang yang kuat keislamannya, seorang koruptor, pezinah ataupun pemabuk sekalipun.(dan inilah sebenar-benarnya kelemahan demokrasi yang musti di waspadai dan difahami oleh seluruh penduduk negara ini)!!!!!

Oleh karena itu DR.Yusuf Al-Qardhawi mengatakan,  Bentuk ini secara teoritis cukup baik dan dapat diterima, menurut kaca mata Islam secara garis besar, jika dapat diterapkan secara benar dan tepat, serta dapat dihindari berbagai keburukan dan hal-hal negatif yang terdapat padanya.    beliau katakan “secara garis besar”, karena pemikiran Islam memiliki beberapa kewaspadaan terhadap beberapa bagian tertentu dari bentuk di atas.

Lalu mengapa beliau mengatakan secara teoritis….?

Karena memang itu tidak menjadi kenyataan. Sebuah negara yang mayoritas berpenduduk muslim, tidak dapat dengan mudah menerapkan azas-azas islam di dalamnya. Padahal kalau menurut logika dan teori demokrasi, negara yang berazaskan islam itu, akan terbentuk dengan sendirinya apa bila sebuah negara  itu berpenduduk mayoritas muslim. Dan karena itu pulalah beliau pada awal pembahasannya mengatakan “ bahwa demokrasi adalah alternatif terbaik untuk diktatorisme dan pemerintahan tirani. Bahkan  beliau juga berpendapat mengenai sisi liberalisme yang ada pada demokrasi itu.

Oleh karena itu, saya kurang setuju dengan para ulama yang memojokan beliau dengan perkataan bahwa beliau itu seorang pendukung demokrasi. Karena memang dalam hal ini, janganlah kita menilai maksud daripada perkataan seseorang, tapi adakah sesuatu dalam perkataanya itu yang dapat kita ambil manfaatnya.

Maka daripada itu, terlepas dari  siapa itu DR.Yusuf Al-Qardhawi, dan apakah beliau itu pendukung ataupun bukan pendukung demokrasi, namun yang terpenting dalam hal ini adalah, adakah dari perkataan beliau yang dapat bermanfaat bagi kita sebagai pemeluk agama dan warga negara.

Dan terakhir saya akan tuliskan perkataan beliau yang lainnya. Yang mudah-mudahan lebih membantu anda dalam memahami pendapat daripada beliau.

Beliau mengatakan, Sesungguhnya substansi demokrasi -tanpa definisi dan istilah akademis- adalah memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memilih orang yang akan mengurus dan mengendalikan urusan mereka, sehingga mereka tidak dipimpin oleh penguasa yang tidak mereka sukai, atau diatur oleh sistem yang mereka benci. Selain itu, mereka juga harus mempunyai hak menilai dan mengkritik jika penguasa melakukan kesalahan, juga hak opsi jika penguasa melakukan penyimpangan, dan rakyat tidak boleh digiring kepada aliran atau sistem ekonomi, sosial, kebudayaan, atau politik yang tidak mereka kenal dan tidak pula mereka setujui. Jika sebagian mereka menghalanginya, maka balasannya adalah pemecatan atau bahkan penyiksaan dan pembunuhan.

Apa yang salah kira-kira……?

Dan meskipun hanya sepotong, tapi saya mendapatkan manfaat dan beberapa penekanan dalam perkataan beliau meskipun belum tentu maksudnya seperti itu. Karena sekali lagi saya katakan, maksud perkataan seseorang itu tidaklah terlalu penting. Karena yang terpenting adalah apa yang kita dapat dari perkataannya itu.

Dan inilah manfaat yang saya dapatkan dari yang sepotong itu.

  • Hendaknya kita menekankan pemahaman kita pada konteks sebuah sistim pemerintahan di luar sistim pemerintahan islam. Dan memang demokrasi lah yang terbaik. Untuk sekarang ini.
  • Dalam sistim demokrasi ada sebuah celah besar yang dapat kita manfaatkan bagi terciptanya negara yang berzaskan islam seandainya kita sebagai penduduk negara menginginkannya.
  • Dalam sebuah negara yang menganut sistim demokrasi ada kecenderungan negara yang berpenduduk muslim akan menjadi negara islam, negara yang berpenduduk pemabuk akan menjadi negara pemabuk dan lain sebagainya.
  • Namun kesemuanya itu hanyalah teori belaka. Yang mana kenyataanya jauh dari yang kita harapkan.
  • Negara indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim diisi oleh para koruptor, pezina, perampok dan lain sebagainya. Padahal kita sebagai penduduk negeri sudah diberi kesempatan untuk memilih!
  • Apa salah demokrasi…..!!!!
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: