Home > indonesia > my blog dan indonesia

my blog dan indonesia

  kami diberi tahu oleh Muhammad ibn Abu Manshur, dia berkata : kami diberitahu oleh al Hasan ibn Ahmad al       Faqih,      dia berkata : kami diberitahu oleh Abu al Hasan al Hammamiy, dia berkata : kami diberitahu oleh Ibrahim ibn Ahmad al Qarmisiny, dia berkata : aku telah mendengar Ahmad ibn Shalih berkata : kami diberitahu oleh ibn Aisyah berkata : “ Kaisar telah dikaruniai seorang jabang bayi. Lantas dia menyuruh agar salah seorang ahli ilmu diundang. Maka bayi tersebut diletakan di kedua tangan ahli ilmu. Kaisar berkata kepadanya : “ kebaikan apa yang telah diberikan (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) kepada bayi ini?” ahli ilmu itu menjawab : “ akal yang telah dilahirkan bersamanya.” Kaisar bertanya : “ apabila akal tersebut tidak ada pada dirinya?” ahli ilmu menjawab : “ budi pekerti luhur yang dia buat untuk bergaul dengan sesama manusia.” Kaisar bertanya lagi : “ apabila budi pekerti itupun tidak dia miliki?” ahli ilmu menjawab “(lebih baik) dia disambar pertir.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Nabi Adam as ke bumi, maka dia diberi Malaikat Jibril tiga hal, yaitu agama, akal, dan budi pekerti luhur. Lantas Malaikat Jibril berkata : “ sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kamu untuk memilih salah satu dari ketiga hal ini. “ nabi Adam as menjawab : ‘’ wahai Jibril, tidak ada dari ketiga hal itu kecuali tinggal di surga.” Lalu Nabi Adam as menjulurkan tangannya kepada akal. Beliau meletakan akal di dalam jiwanya. Kemudian Nabi Adam berkata kepada agama dan budi pekerti luhur : “kembalilah kalian berdua ke atas!” keduanya menjawab : “kami tidak menentang anda, akan tetapi kami telah diperintahkan agar selalu bersama dengan akal dimana saja berada. Maka ketiga hal tersebut menjadi milik Nabi Adam as.

Umar ibn al Khathtab berkata : “ seorang yang berakal bukan berarti dia bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk. Akan tetapi yang dinamakan orang berakal adalah orang yang bisa mengetahui kebaikan dari dua hal yang buruk. ( ketika nafsu berbicara karya Ibnul Jauzy)

            Bismillaahirrahmaanirrahiim

            Sengaja saya tulis kembali apa-apa yang terdapat dalam karya Ibnul Jauzy. Disana telah dikatakan tentang keutamaan sebuah akal. Bahkan, agama dan budi pekerti yang luhur pun diperintahkan untuk mengikuti akal dimanapun dia berada. Atau saya merasa lebih pas untuk mengatakan bahwa akal, agama dan budi pekerti yang luhur adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Tidak akan ada pertentangan antara ketiganya. Benar kata akal, begitu juga dengan agama dan budi pekerti luhur. Salah kata agama, begitu juga akal dan budi pekerti luhur berkata. Kecuali kalau hawa nafsu ikut nimbrung….!

Mungkin para pembaca bertanya, kenapa saya memulai tulisan saya ini dengan terlebih dahulu membahas tentang akal …?

Perlu pembaca ketahui, bahwa penulis adalah seorang bodoh yang tidak menguasai ilmu apapun. Tidak pemerintahan, tidak hukum, agama dan lain sebagainya. Hanya akal lah yang penulis pergunakan dalam memikirkan segala sesuatunya. Termasuk nanti didalamnya, mengenai pemerintahan, agama, ekonomi, keluarga dan lain sebagainya. Yang mudah-mudahan akan diikuti oleh agama dan budi pekerti luhur nantinya.

Adapun seandainya nanti pembaca banyak menjumpai ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist didalamnya, itu semata-mata, hanya karena islam adalah agama yang penulis pegang. Oleh karena itu, jangan sekali-kali mengikuti, mempercayai, ataupun mengiakan sesuatu yang ada didalam buku ini, tanpa pertimbangan yang matang serta bertanya kepada yang ahlinya.

Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist-hadist yang ada pada buku ini berbeda kedudukannya.  kalau orang pinter yang nulis, mungkin seolah buku itu mengatakan      “ ini lho kata Qur’an dan hadist”. Atau dengan kata lain “ ini lho kebenaran yang ada menurut agama kita”. Tapi dikarenakan yang nulis buku ini seorang bodoh, maka ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist yang ada pada buku ini, hanya sebagai acuan untuk si bodoh. Dalam mengembangkan pemikirannya.

Dasar pemikiran

Lebih dari delapan puluh persen penduduk Indonesia beragama islam. Agama yang di percaya para penganutnya, sebagai agama yang membawa berkah dan bermacam kebaikan. Dan saya percaya akan keyakinan penduduk negeri ini  kepada islam. Oleh karena itu, saya juga percaya akan keyakinan penduduk negeri ini,   prihal  janji Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti yang tersirat dalam firmannya,

“jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS.AL-A’raf:96)

Namun demikian, apakah benar, semua yang kita alami selama ini bisa dikatakan siksa….? Karena memang, semua kejadian yang kita anggap mushibah ataupun penderitaan dalam kehidupan ini, bisa mempunyai arti beragam. Bisa itu sebuh siksa, bisa juga ujian, bahkan juga bukan tidak mungkin itu adalah sebuah berkah. Tapi meskipun begitu, arti dari semua yang kita alami sekarang ini, bukanlah sesutu yang penting bagi seorang bodoh. Karena yang terpenting adalah, bagaimana kita menyikapi semuanya itu. Dan menurut orang bodoh ini, menganggap semuanya itu sebagai siksa,  akan mempunyai dampak yang lebih baik, dalam hal meningkatkan kadar keimanan kita terhadap_Nya.

Dan selain itu, saya kira ada yang lebih penting daripada kita memperdebatkan arti daripada semua yang kita alami sekarang ini. Yaitu prihal siapakah kira-kira yang bertanggung jawab atas semuanya. Karena selama ini, kita ada kecenderungan untuk  memecah arti dari penduduk negeri ini menjadi beberapa arti. Itu akan sangat kentara dari kebiasaan kita saling menyalahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Yang kesemuanya itu hanyalah untuk pembelaan dirinya semata.  dan yang sangat kentara adalah, disalahkannya setiap pemimpin yang berkuasa di negara ini. Orang bodoh ataupun orang pinter, nggak ada bedanya. Sama-sama menyalahkan pemipin yang berkuasa saat itu. Ulama dan non ulama sama saja, yang kaya dan yang miskin  apalagi.

Dan kalau sudah begitu, apa makna dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di bawah ini,

“ dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami selama mereka sabar (dalam menegakan kebenaran). Mereka meyakini ayat-ayat kami.” (As-Sajdah :24)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji, bahwa Dia akan menjadikan diatara suatu penduduk negeri pemimpin-pemimpin yang baik, seandainya penduduk negeri itu sabar dalam menegakan kebenaran dan meyakini ayat-ayat_Nya.

Dan simaklah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pertama,

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa.

Jadi kesimpulannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan berkah dari langit dan bumi ( yang diantaranya adalah pemimpin yang baik ) seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, yang sabar dalam menegakan kebenaran dan meyakini ayat-ayat_Nya. Dan oleh karena itu, kitalah (sebagai penduduk negeri ) yang patut disalahkan. Bukan yang beda agama ataupun pihak asing. Bukan juga pemimpin yang sedang ataupun telah berkuasa. Apalagi hanya beberapa orang koruptor  dan temen-temennya, yang biasanya temen-temennya itu mempunyai banyak temen….!

Apa daya mereka. Seorang presiden tidak akan dapat menghalangi janji_Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seluruh anggota DPR, menteri , sanak keluarga dan tetangganya sekalian… , tidak akan dapat menghalangi janji_Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Begitupun seandainya seluruh negara di dunia ini bersatu, mereka tidak akan dapat menghalangi janji_Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Justru kita sendirilah yang telah menghalangi janji_Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, kitalah sebagai penduduk negeri, yang harus berusaha untuk mendapatkan berkah_Nya. Kitalah sebagai penduduk negeri, yang harus berusaha untuk mendapatkan pemimpin yang baik. yaitu dengan memperbaiki diri kita masing-masing. Semoga…!!!

Categories: indonesia
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: